Thursday, February 03, 2011

untuk mu "Cinta"

18 January 2011, pukul 23.00. Saya masih berada di dalam ruangan 6m x 15 m, duduk di atas sebuah bangku berhadapkan meja dengan kedua tangan beserta jari-jemari yang terus menari, menapaki tombol-tombol keyboard, tepat dihadapan sebuah monitor LCD. Mengerjakan laporan bulanan. Quality meeting management tepatnya, nothing special about this report, just an ordinary report every month. It's just my assumption.

Sudah satu tahun dua bulan kurang lebih saya bekerja di perusahaan ini. Terlalu dini untuk dibilang berpengalaman, "Anak kemarin sore" dan masih terus belajar tentang apa arti sebuah dedikasi, loyalitas dan entah apa istilah-istilah lain yang sampai sekarang saya tetap bingung, mengapa istilah-istilah itu akrab sekali dengan kemunafikan.

Malam ini saya berupaya untuk tetap bertahan, bertahan untuk bekerja over time walaupun dari sisi materi yang saya dapatkan tidak seberapa. Namun bukan itu point yang ingin saya dapatkan, terlalu murah untuk sekedar rupiah.
Saya ingin merasakan sensasi work hard with heart, untuk buah hati saya kelak. Belajar menjadi seorang kepala keluarga yang pertanggung jawabannya ditagih hingga akhirat kelak. Sulit... banget.. laahaula wa laa quwwata illa billah.

Belajar banyak tentang kehidupan memang amat menyenangkan, walau belum banyak yang dapat saya lakukan saat ini. Namanya juga baru belajar, perlahan namun tetap melangkah.
Mencoba untuk menyemangati diri disetiap kondisi,
untuk mereka . . .
orang-orang yang amat saya cintai.

Monday, January 10, 2011

Gagal ???

Pukul 22.00 WIB, saat saya mulai menulis postingan kali ini. Mata saya masih benar-benar terbuka, padahal besok pagi saya harus melakukan rutinitas harian. Bangun pukul 04.00 WIB, mandi pagi, sholat shubuh, sarapan dan siap-siap berangkat ke pabrik kurang lebih pukul 05.00 WIB.
Ini rutinitas saya sebagai buruh pabrik perusahaan elektronik di Jakarta.

Ada yang menarik malam ini, saat saya membaca kembali catatan-catatan kecil yang saya miliki. Terdapat kata-kata yang membuat jari-jemari tangan saya gatal untuk menuliskannya disini. Bunyinya seperti ini :

"Kegagalan terjadi disaat kita berhenti untuk berusaha"

Catatan ini adalah hasil dari seminar komunitas pengusaha muslim yang saya ikuti beberapa bulan yang lalu di Jakarta. Menarik... amat menarik bagi saya saat membacanya. Ternyata kalau kita mau renungkan, memang tidak ada yang sia-sia dari sebuah usaha.
Mungkin kita sering mendengar kisah dari Thomas Alva Edison yang mengalami ribuan kali kegagalannya dalam percobaannya menemukan lampu pijar. Ia tidak menganggap itu sebagai kegagalan melainkan ia menganggap telah menemukan ribuan cara agar bola lampu tidak menyala.
Bravo... HeBat kawan...
Ternyata kegagalan itu tidak ada, saat kita terus berusaha dan berusaha tanpa kenal henti.

Berusahalah kawan, dengan izin Yang Maha Kuasa.. kita dapat lalui masa-masa sulit dalam hidup kita dengan penuh arti. Jangan pernah mengeluh dan teruslah tersenyum :) .
*ini semangat untuk diriku sendiri :D

Sunday, January 09, 2011

Quote

"Keuntungan hanya boleh dinikmati oleh orang yang siap menanggung kerugian"
Dr. Muhammad Arifin Bin Badri, MA
 
Powered by Blogger