Saturday, August 20, 2011

Inilah Jalan ku






Bismillah
Segala puji bagi Alloh Robbal A'lamin yang menghamparkan bumi begitu luasnya dan meninggikan langit tanpa tiang penyangga.
Dialah Alloh ta'ala yang menggenggam takdir setiap manusia, Yang sanggup membolak balikan hati dan menetapkan sesuai dengan apa yang dikehendaki-Nya.

Setiap manusia berjalan dari takdir yang satu menuju takdir yang lain. Berupaya untuk mendapatkan hal terbaik bagi kehidupan dunia dan akhirot. Senantiasa menggantungkan cita-cita setinggi-tingginya. Jauh . . hingga langit ke tujuh, dengan penuh harap ia akan bermuara di puncak keindahan. Dimana kenikmatan tiada tara hanya dapat dirasakan disana. Syurga . . . ya. . syurga kawan.

Jasad yang berjalan dimuka bumi ini tetapi hatinya senantiasa tergantung di akhirot. Berupaya sekuat tenaga dalam urusan dunia sebagai manfaat bagi orang lain.

Kesederhanaan bukanlah suatu kehinaan.
Setiap tetes keringat yang keluar dari tubuh kita karna upaya yang sungguh-sungguh diatas jalan yang halal adalah suatu kemuliyaan.
Sungguh . .kesederhanaan lebih menenangkan.

Kawan..
Saya yakin bahwa setiap dari kita tidak ingin mengecewakan orang-orang yang kita cintai.
Orang-orang yang teramat kita cintai karna Alloh ta'ala InsyaAlloh.
Merekalah orang-orang yang membuat hidup ini penuh arti dan setiap kegiatan menjadi amat bermakna.
Saya yakin pula bahwa setiap hal dan kejadian itu mengandung makna dan Alloh ta'ala tidak akan mensia-siakan umatnya yang sungguh-sungguh berupaya serta berharap hanya kepada-Nya.

Teruntuk mereka yang amat saya cintai,
Saya mohon maaf atas jalan yang telah saya pilih, apabila jalan ini bukanlah pilihan yang kalian harapkan atau bahkan terlanjur  membuat kalian kecewa.
Mungkin kalian berharap saya berada di gedung-gedung yang tinggi menjulang dengan pakaian yang resmi dan perlente, gagah dan sarat akan kehormatan serta kewibawaan.
Tetapi inilah jalan yang saya pilih, sederhana, atau mungkin remeh bagi sebagian orang.
Saya berjanji pada kalian, ini adalah jalan yang halal dan akan saya tempuh dengan sungguh-sungguh.
Semogalah kiranya do'a kebaikan kalian senantiasa mengalir bagi diri ini.

Dengan penuh harap Alloh ta'ala mengkaruniakan rizki yang halal, baik serta penuh keberkahan senantiasa untuk menghidupi anak, istri dan keluarga kita. Dengannya pula kita berharap dapat menjaga aurot istri dan anak kita.

Aamiin.

Saturday, June 11, 2011

Mama

Bismillah . .
Hari senin 06/06/2011, saya berkesempatan duduk dirumah pagi hari, temani mama. Hari itu saya berangkat kerja siang, jam 2 siang dari rumah.
Tidak seperti biasanya saya berkesempatan temani mama pagi hari dan di hari kerja pula. Walhasil . . ibunda ku senang sekali ada anaknya yang bisa diajak ngobrol untuk berbagi cerita tentang hal apapun.

Pagi-pagi (setelah sholat shubuh) biasanya mama senang sekali masak untuk anaknya. Ciri khas yang tidak pernah hilang sampai sekarang adalah suara dapur di pagi hari. Seru dan ngangenin.
Mama paling tidak bisa lihat anak-anaknya lapar. Sepertinya dipoint ini semua mama punya naluri yang sama.

Pagi itu kami saling melepas rindu, karena saya hanya sanggup pulang kerumah orang tua paling sering satu minggu sekali. Selebihnya saya beraktifitas di pabrik karena saya adalah seorang buruh pabrik.
Mulai dari perbincangan aktifitas rumah, bercerita tentang kaka ku yang telah berkeluarga, dan sampailah pada perbincangan tentang aktifitas keseharian ku.
Pesan mama ku yang amat membekas kala itu adalah:

"Jangan tergiur dengan hal-hal yang ga bener Le, jangan pernah memakan harta RIBA"

Subhanalloh . . .
Mama ku tidak pernah menuntut apapun dari ku, cuma satu tuntutannya "Jangan lupa makan ya Le"
Itu saja seingatku, selebihnya beliau tidak pernah menuntut apapun.

Pesannya pagi itu hebat sekali, dan akan kusampaikan pada anak ku kelak. InsyaAlloh.

Dua hari berikutnya saya berkesempatan pulang kerumah lagi. Ada oleh-oleh dari tante Ning, oleh-olehnya banyak sekali.
Jam 7 pagi saya bergegas pulang mengantarkan oleh-oleh tersebut, saya tau... mama bakal sangat senang lihat anaknya pulang lagi dan bawa oleh-oleh dari tante Ning pula.
Ternyata sesampainya disana, guratan rasa gelisah tergambar diwajahnya.
Saya cium keningnya berkali-kali.. mama pun tersenyum pahit. Wajahnya khawatir.
Ternyata memang ada masalah dirumah.

Yaa Robbi. . .
Saya memang paling gelisah saat ada masalah dengan mama, bisa-bisa mendadak diam dan menangis.
Tentunya tidak di depan orang. Suasana hati itu sulit hilang, wuuufff gelisah.

Yaa Robbi . . karuniakanlah perlindungan Mu senantiasa kepada kedua orang tua ku dari segala macam keburukan.

Kawan. . kelak kita akan menjadi orang tua dari anak-anak kita, dan banyak hal yang harus kita korbankan untuk mereka. Jiwa dan raga.
Dan pertanggung jawabannya kelak pada sang Maha Kuasa.

Laa haula walaquwwata illa billah

Monday, May 30, 2011

Terimakasih


Bismillah
Segala puji hanyalah milik Alloh, yang menghamparkan bumi begitu luasnya dan meninggikan langit tanpa tiang penyangga.

Dua pekan yang lalu, saya berkesempatan untuk melaksanakan sholat jum'at berjamaah di masjid dekat rumah. Biasanya saya sholat jum'at di masjid pabrik. Tetapi jum'at kala itu saya mendapat giliran untuk masuk kerja shift dua. Artinya saya masuk dari jam 15.45 sampai 23.15 WIB.

Saya sholat jum'at di masjid raya Al-Azhar, tidak jauh dari rumah. Hanya 10 menit ditempuh dengan berjalan kaki. Saat sholat jum'at, bulan Romadhon dan saat hari raya umat islam 
(i'dul fitri dan i'dul adha) masjid ini ramai dikunjungi jama'ahnya.

Masjid ini penuh kenangan bagi saya. Kenangan saat saya belum disibukkan dengan aktifitas pabrik. Di masjid ini tempat saya berkumpul bersama saat adzan berkumandang, saat mendengarkan kajian ilmiah ahad pagi, ataupun sekedar melepas lelah bertukar pikiran dengan teman sambil menunggu panggilan sholat tiba dari sholat yang satu ke sholat yang lainnya.

Kini aktifitas itu telah berganti dengan kesibukan pabrik yang terus-menerus seolah tiada henti. Dan akhirnya setelah lebih dari satu tahun setengah. Saya hadir untuk sholat jum'at berjama'ah di masjid ini kembali. Bahagia sekali kala itu, dengan cuaca yang cerah tetapi tidak terasa terik. Angin berhembus perlahan menyapa seluruh tubuh, semakin membuat ringan langkah di siang itu.

Sesampainya di dalam masjid, seperti biasa, hal yang harus dilakukan oleh setiap muslim saat memasuki masjid ialah sholat tahiyatul masjid. Selepas menunaikan sholat tahiyatul masjid, saya hamparkan pandangan mata ini ke sekeliling ruangan, berharap melihat kawan yang telah sekian lama tidak berjumpa. Saya kangen sekali dengan kawan-kawan lama saya.

Saat pandangan mata ini  menghampiri sudut masjid, ternyata saya melihat seorang lelaki setengah baya, berjenggot tipis, mengenakan gamis putih bersih dan terbalut kain sarung, rapih sekali. Serasi dengan peci putih yang menghiasi kepalanya. Sedang menunaikan sholat sunnah.
Saya amati benar-benar, ternyata beliau memang salah satu sahabat lama saya.

Seketika tubuh saya bergemetar kawan, lemas sekali. Seolah berada dihadapan sebuah cermin besar dan ditampakkan seluruh keburukan yang pernah saya lakukan.
Sholatnya terlihat khusyu' sekali, penampilannya yang sederhana namun tetap rapih dan bersih seolah ingin bercerita bahwa dunia hanyalah persinggahan sementara, tempat orang bermegah-megahan dengan harta hingga lalai dengan kampung akhirat.
Air mata ini menghantam deras bendungan kelopak mata, tak tertahankan lagi. Saya hanya tertunduk dan malu.

Selepas sholat jum'at beliau menghampiri saya, ternyata masih ingat dengan kawan lamanya ini. Beliau menyapa saya dengan ramah dan hangat, menanyakan kabar lalu izin untuk beraktifitas kembali.
Kawan. . .bahagia saya dapat melihat mu, dan tatkala itu terjadi, sikap dan tingkahlaku diri mu mengingatkan ku akan akhirot.
Terimakasih telah mengingatkan ku. :)
 
Powered by Blogger