Monday, January 03, 2011

Psychometric life


Ini adalah perjalananku menuju titik alignment circle.
Kondisi yang didesign amat nyaman, 24°C dengan kelembaban 50%
Tidak dingin juga tidak panas, tidak basah dan juga tidak kering
Begitu sederhana namun begitu nyaman
Ini adalah semangatku menuju titik alignment circle
Semangat untuk menaikan dry temperature dan meningkatkan persentase kelembaban
Memang belum pantas kusematkan kata totalitas, namun aku terus beranjak dari titik saturasi
Setelah ku lalui titik dew point yang membuat ku jenuh dan mengembun
Ini adalah inspirasiku menuju titik alignment circle
Inspirasi yang memaksa untuk terus bergerak ke arah kanan atas
Bergerak perlahan namun terus berproses, menuju design kenyamanan dalam hidup

Beri kabar gembira untuk saudara kita

Sore itu menjelang magrib, saya bersantai sambil mendengarkan radio. Ini bukan bagian dari rutinitas, tetapi sore itu saatnya saya memulai libur akhir tahun. Cuaca amat cerah, hembusan angin darat secara perlahan membuat suasana menjadi semakin santai walau tanpa secangkir teh hangat dan beberapa potong gorengan pisang menemani.

Sore itu, awal yang baik untuk memulai libur akhir tahun, setelah melewati serangkaian aktivitas kerja yang melelahkan. Duduk santai sambil mendengarkan radio, yap.. mendengarkan radio dengan gelombang AM. Sangat santai namun tetap serius mendengarkannya. Bahasan kali itu memang merubah paradigma dan menambah semangat.

“Teraktir teman adalah ahklak yang mulia dan dapat menjadi amalan yang utama”
Waa… sepertinya kebanyakan dari kita senang apabila ada yang mau mentaraktir. Tetapi bahasan sore itu benar-benar merubah paradigma. Mari kita buktikan, siapa yang akan dirubah paradigmanya dan siapa yang akan dipompakan semangatnya setelah mendengarkan paparan hadist berikut ini.

Dengarlah sebuah hadits yang diriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘Alaihi wa sallam:
“Orang yang paling dicintai oleh Alloh ‘Azza wa jalla adalah yang paling banyak memberi manfaat kepada orang lain. Amalan yang paling dicintai oleh Alloh adalah kesenangan yang diberikan kepada sesama muslim, menghilangkan kesusahannya, membayarkan hutangnya, atau menghilangkan rasa laparnya. Sungguh, aku berjalan bersama salah seorang saudaraku untuk menunaikan keperluannya lebih aku sukai daripada beri’tikaf di masjid ini (Masjid Nabawi) sebulan lamanya. Barangsiapa berjalan bersama salah seorang saudaranya dalam rangka memenuhi kebutuhannya sampai selesai, maka Alloh akan meneguhkan tapak kakinya pada hari ketika semua tapak kaki tergelincir. Sesungguhnya akhlak yang buruk akan merusak amal sebagaimana cuka yang merusak madu.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Abid-Dunya dengan sanad hasan shohih).

Ternyata, menghilangkan rasa lapar bagi saudara kita sesama muslim adalah salah satu amalan yang paling dicintai oleh Alloh ta’ala. Dan sekarang kita lihat ganjaran pahalanya.

“…Sungguh, aku berjalan bersama salah seorang saudaraku untuk menunaikan keperluannya lebih aku sukai daripada beri’tikaf di masjid ini (Masjid Nabawi) sebulan lamanya…”
Sholat dimasjidku ini (masjid nabawi) lebih utama seribu kali lipat dari pada sholat dimasjid selainnya kecuali masjid ka’bah” (HR. Muslim, no.1396)

Maka lihatlah dan kita mulai berhitung, seberapa besar ganjaran kebaikan dari hal yang mengkin kita menganggapnya sepele.
Finally... Siapa yang mau saya teraktir??? :D

Sunday, February 14, 2010

"Nanti..."


Tertipu oleh "Nanti"...
Pagi ini saya menghadiri sebuah acara bedah buku di salah satu SMA di Bekasi, btw isi dari bedah buku itu alhmdulillah sudah sering saya dengar sebelumnya. Tetapi ada satu bahasan yang membuat saya tertarik, yaitu bahasan tentang "Berangan-angan".
Hingga memunculkan beberapa pertanyaan.

Boleh ngga' sih berangan-angan?
Apa sih bedanya angan-angan dengan cita-cita?

Ibnu Qoyyim : "Sesungguhnya berangan-angan itu adalah modalnya orang-orang yang bangkrut" (Madarijussalikin, 1:46)

Al Hasan Al Bashri : "Jauhi oleh mu "nanti" karena engkau sedang berada di hari sekarang, bukan dihari esok. Jika besok masih menjelang maka jadilah seperti engkau dihari ini, dan jika besok tidak datang maka engkau tidak akan menyesali kekurangan mu dihari ini." (ma'alim fi thoriq tholabil 'ilmi, hal 32)

Angan-angan dan cita-cita ternyata berbeda.
Saat manusia memiliki cita-cita maka seharusnya dengan sekuat tenaga dan langkah-langkah yang nyata tentunya, ia berupaya untuk menggapainya. Tidak hanya sekedar berangan-angan dan membayangkannya.
Kata-kata yang biasanya terucap : "Saat nanti...."
"Klo nanti..."
"Nanti.... nanti dan nanti..."
Akhirnya tidak jarang seseorang tertipu oleh "nanti".
Jadi...saat kita masih memiliki hari ini, cobalah berupaya sekuat tenaga untuk hari esok... :)
 
Powered by Blogger